Cara memulai percakapan di aplikasi kencan LGBT

Memulai percakapan di aplikasi kencan LGBT bisa terasa menantang, terutama ketika ada ketertarikan, rasa ingin tahu, atau keinginan untuk memberikan kesan pertama yang baik. Banyak orang yang cocok tetapi tidak tahu harus berkata apa. Yang lain memulai dengan pesan yang terlalu umum dan akhirnya tidak mendapatkan respons. Sebenarnya, percakapan yang baik tidak perlu sempurna, tetapi harus penuh hormat, alami, dan setidaknya sedikit personal.

Aplikasi yang ditujukan untuk komunitas LGBT membantu menghubungkan orang-orang dengan pengalaman, minat, dan tujuan yang berbeda. Beberapa mencari hubungan serius, yang lain menginginkan persahabatan, pertemuan santai, teman, percakapan ringan, atau sekadar bertemu orang baru. Oleh karena itu, sebelum memulai interaksi apa pun, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kecepatan, batasan, dan harapan masing-masing.

Iklan

Bacalah profil tersebut dengan saksama.

Langkah pertama untuk memulai dengan baik adalah mengamati profil orang tersebut. Perhatikan foto, deskripsi, minat, identitas, orientasi, hobi, gaya hidup, dan jenis hubungan yang mereka cari.

Iklan

Seringkali, topik terbaik sudah ada di profil itu sendiri. Jika orang tersebut menyebutkan musik, film, buku, perjalanan, hewan peliharaan, tempat gym, permainan, atau hobi tertentu, gunakan itu sebagai titik awal. Pesan yang dipersonalisasi menunjukkan bahwa Anda memperhatikan dan tidak mengirim pesan yang sama kepada semua orang.

Alih-alih hanya mengatakan "hai," Anda bisa menulis sesuatu seperti: "Saya perhatikan Anda menyukai film horor. Film horor terakhir apa yang benar-benar membuat Anda takut?" atau "Saya suka foto Anda di kafe. Anda termasuk tim kopi kental atau tim kopi manis?"“

Hindari pendekatan invasif.

Dalam aplikasi kencan apa pun, rasa hormat sangat penting. Dalam aplikasi LGBT, ini juga mencakup memperhatikan identitas, tubuh, orientasi seksual, ekspresi gender, dan batasan pribadi.

Hindari memulai percakapan dengan pertanyaan yang terlalu intim, komentar tentang tubuh, atau frasa yang berbau seksual. Meskipun aplikasi tersebut memiliki nada yang lebih langsung, tidak semua orang menginginkan pendekatan seperti itu sejak awal.

Percakapan yang penuh hormat lebih mungkin berlanjut. Mulailah dengan ringan, perhatikan bagaimana orang tersebut merespons, dan sesuaikan nada bicara Anda seiring berjalannya percakapan.

Gunakan pertanyaan terbuka.

Pertanyaan terbuka membantu kelancaran percakapan. Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak orang tersebut untuk menjawab lebih detail, alih-alih hanya mengatakan "ya" atau "tidak".

Alih-alih bertanya “Apakah kamu suka pergi keluar?”, cobalah “Apa kegiatan favoritmu di akhir pekan?”. Alih-alih “Apakah kamu suka musik?”, tanyakan “Artis mana yang tidak pernah membuatmu bosan mendengarkannya?”. Alih-alih “Apakah kamu menikmati bepergian?”, katakan “Tempat mana yang ingin kamu kunjungi dalam beberapa tahun ke depan?”

Jenis pertanyaan ini menciptakan ruang untuk cerita, selera, dan kesamaan minat. Selain itu, pertanyaan ini juga mencegah percakapan terkesan seperti kuesioner yang membosankan.

Hormati kata ganti dan identitas.

Kiat penting untuk aplikasi kencan LGBT adalah memperhatikan bagaimana orang tersebut menampilkan diri. Jika mereka menyatakan kata ganti, nama pilihan, identitas gender, atau orientasi seksual mereka, hormati hal itu sejak awal.

Jangan mengajukan pertanyaan yang mengorek-ngorek tentang transisi, citra tubuh, kehidupan intim, atau pengalaman pribadi kecuali Anda terbuka untuk itu. Rasa ingin tahu tidak membenarkan ketidaknyamanan. Jika Anda tidak yakin bagaimana memanggil seseorang, bersikaplah sopan dan tanyakan dengan sederhana, tanpa menjadikan orang tersebut sebagai sumber penjelasan.

Rasa hormat membangun kepercayaan. Dan kepercayaan adalah fondasi penting untuk setiap percakapan yang menarik.

Tunjukkan kepribadianmu.

Banyak orang berusaha tampil sempurna di aplikasi kencan, tetapi percakapan yang terlalu terencana dapat terdengar dibuat-buat. Lebih baik menunjukkan sedikit lebih banyak kepribadian Anda.

Anda bisa menggunakan humor ringan, mengomentari sesuatu dari hari Anda, berbicara tentang minat pribadi, atau mengajukan pertanyaan kreatif. Misalnya: "Pertanyaan penting: kencan ideal Anda adalah ke bar, menonton film, atau tinggal di rumah memesan makanan?" atau "Saya perlu tahu apakah Anda tipe orang yang memiliki daftar putar musik yang terorganisir atau kekacauan musik total."“

Pesan-pesan ini sederhana, tetapi membantu menciptakan percakapan yang lebih spontan.

Jangan mengubah percakapan menjadi wawancara.

Mengajukan pertanyaan itu baik, tetapi terlalu banyak bertanya dapat membuat interaksi menjadi membosankan. Percakapan yang baik membutuhkan pertukaran. Setelah orang lain menjawab, berikan komentar, bagikan pengalaman Anda sendiri, atau gali lebih dalam topik tersebut.

Jika Anda bertanya tentang musik dan orang tersebut menjawab, jangan langsung beralih ke topik lain. Sampaikan pendapat Anda, bagikan artis yang Anda sukai, atau tanyakan sesuatu yang terkait. Ini menciptakan kesinambungan.

Percakapan yang baik terasa alami karena bukan hanya serangkaian pertanyaan. Percakapan tersebut melibatkan reaksi, mendengarkan, dan partisipasi.

Sampaikan niat Anda dengan jelas.

Tidak semua orang menggunakan aplikasi ini karena alasan yang sama. Beberapa orang menginginkan hubungan, yang lain menginginkan persahabatan, beberapa mencari hubungan kasual, dan yang lainnya masih mencari tahu apa yang mereka inginkan.

Anda tidak perlu menyampaikan semuanya dalam pesan pertama, tetapi Anda juga tidak perlu berpura-pura menjadi sesuatu yang tidak Anda inginkan. Pada titik tertentu, jujurlah tentang niat Anda. Ini akan menghindari rasa frustrasi dan membantu Anda menemukan orang-orang dengan harapan yang serupa.

Bersikap terus terang bukan berarti bersikap kasar. Anda bisa mengatakan, "Saya lebih ingin mengenal seseorang secara perlahan" atau "Saya suka mengobrol dulu untuk melihat apakah ada kecocokan.".

Berhati-hatilah dengan pujian.

Pujian memang menyenangkan, tetapi akan lebih efektif jika tidak berlebihan atau mengganggu. Alih-alih hanya fokus pada tubuh, pujilah gaya, senyum, energi dari profil, selera humor, atau detail menarik lainnya.

Contohnya: "Profil Anda memberikan kesan yang sangat ringan" atau "Saya menyukai gaya Anda, terlihat sangat otentik." Pujian jenis ini cenderung lebih elegan dan tidak terlalu canggung.

Pelajari cara menangani jawaban singkat.

Tidak setiap jawaban singkat berarti kurangnya minat. Terkadang orang tersebut sibuk, malu, atau masih menyesuaikan diri dengan alur percakapan. Tetapi jika mereka selalu merespons dengan dingin, tanpa bertanya balik dan tanpa menunjukkan keterbukaan, mungkin sebaiknya jangan memaksa.

Aplikasi kencan melibatkan proses coba-coba. Beberapa percakapan berjalan lancar, yang lain tidak. Itu bagian dari prosesnya. Yang penting adalah jangan menganggap setiap keheningan sebagai penolakan pribadi.

Jagalah keamanan.

Bahkan di ruang lingkup LGBT, penting untuk melindungi privasi Anda. Hindari berbagi alamat, rutinitas harian, dokumen, tempat kerja, informasi keuangan, atau detail pribadi Anda sejak awal.

Jika percakapan berkembang menjadi pertemuan, pilihlah tempat umum, beri tahu seseorang yang Anda percayai, dan pertahankan otonomi untuk pergi. Selain itu, waspadai permintaan uang, tautan yang mencurigakan, atau cerita yang tampak terlalu mendesak.

Keamanan dan konektivitas dapat berjalan beriringan.

Contoh pesan pertama yang baik

“"Sepertinya kamu suka musik. Artis mana yang sering kamu putar akhir-akhir ini?"”

“"Profilmu memiliki aura yang sangat bagus. Seperti apa kencan idealmu?"”

“Pertanyaan serius: Anda lebih menyukai jalan-jalan santai atau malam yang meriah?”

“"Sepertinya Anda menyukai film. Film terakhir apa yang Anda rekomendasikan?"”

“"Saya suka biodata Anda. Anda tampaknya memiliki selera humor yang bagus, yang sudah menjadi nilai tambah."”

Kesimpulan

Memulai percakapan di aplikasi kencan LGBT tidak harus rumit. Rahasianya adalah memperhatikan profil, menghormati batasan, menggunakan pertanyaan terbuka, dan menunjukkan minat yang tulus.

Pesan pertama yang baik bukanlah pesan yang bertujuan untuk membuat kesan dengan segala cara, tetapi pesan yang membuka pintu menuju percakapan yang ringan dan tulus. Dengan rasa hormat, keautentikan, dan perhatian, aplikasi dapat menjadi cara positif untuk bertemu orang, membangun koneksi, dan melakukan percakapan yang lebih menarik.

Alan B.
Alan B.https://fofissima.com.br//
Mahasiswa jurusan Komunikasi. Saat ini bekerja sebagai penulis untuk blog Fofissima, berbagi tips, berita, dan fakta menarik dengan Anda setiap hari.
ARTIKEL TERKAIT

TERKAIT